Soal44 : apakah boleh berloyalitas kepada orang kafir dan menolong mereka? Jawaban : Tidak boleh berloyalitas kepada orang kafir dan menolong mereka. Keempat: Darah haid keluar secara terputus-putus, yaitu sehari keluar darah dan sehari lagi tidak keluar. Tidak mengapa bila suami ingin menggauli istrinya bila ia telah bersih dari nifas
Tapikenapa sixpack tak kunjung datang? Banyak jenis-jenis latihan yang dapat membantu melatih otot perut Anda, namun mungkin Anda sering kebingungan, latihan mana yang paling efektif untuk melatih otot perut Anda. Penelitian yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari American Council on Exercise menyimpulkan bahwa gerakan bicycle crunch
PERTANYAAN. Bagoes Setiawan Apakah wanita yg telah berenti haidnya tapi belum mandi boleh dijimak swaminya ?? JAWABAN : >> Masaji Antoro HARAM, HINGGA ISTRI TERLEBIH DAHULU MELAKSANAK AN MANDI MESKIPUN DARAH HAIDNYA TELAH USAI. وتستمر حرمة الوطء والاستمتاع بما بين السرة والركبة عند المالكية والشافعية حتى تغتسل، أي
Namun beberapa peneliti mengatakan mereka belum bisa memastikan pendekatan apa yang bisa mencegah penyakit tersebut. Latihan fisik belum dianggap sebagai cara ampuh untuk menjaga kesehatan otak. Namun ada banyak bukti yang bisa mendukung hal itu. Mungkin saja sebabnya adalah latihan fisik bisa membantu melancarkan peredaran darah ke otak.
YDQ4. Dipublish tanggal Feb 22, 2019 Update terakhir Jun 15, 2021 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca 4 menit Menstruasi atau haid merupakan siklus yang selalu berulang setiap bulannya. Ada kalanya darah yang keluar begitu lancar dan deras, namun terkadang keluarnya tidak lancar, bahkan seolah-olah darah haid tersebut tidak keluar sedikit pun. Lantas, apa yang harus dilakukan untuk mengatasi darah haid tidak keluar? Kenapa darah haid tidak keluar? Ada beberapa kondisi yang membuat darah haid hanya keluar sedikit dan tidak sederas biasanya, kemungkinan penyebabnya antara lain Baru melahirkan Masih menyusui Gangguan hormon tiroid Menggunakan kontrasepsi hormonal, misalnya pil KB Olahraga yang berlebihan Anemia atau kurang darah Konsumsi obat-obatan untuk ketidakseimbangan hormon Stress Malfungsi ovarium Menopause dini Kelainan struktur rahim dan saluran reproduksi Ada berbagai macam kelainan pada saluran reproduksi. Baik yang bersifat kongenital atau bawaan lahir ataupun dapatan akibat penyakit tertentu. Pada kelainan struktur ini, bahkan darah haid bisa tidak keluar sama sekali. Pada kelainan kongenital, ada beberapa kondisi yang membuat darah haid tidak keluar semenjak usia menarche pertama haid, seperti tidak terbentuknya rahim, vagina, dan selaput dara yang buntu. Pengidapnya memang merasakan tanda-tanda dan gejala haid, bahkan mengeluhkan kram perut setiap periode menstruasi, namun tidak ada darah haid yang keluar. Sedangkan pada kasus dapatan, misalnya trauma cedera, infeksi vagina berulang vaginitis, kanker serviks, menopause atau paparan radiasi. Hal tersebut dapat membuat saluran rahim - mulut rahim jadi menyempit sehingga darah haid yang keluar hanya sedikit atau bahkan tidak keluar sama sekali. Dan ini terjadi tidak sejak awal menstruasi, melainkan terjadi kemudian atau baru-baru ini. Bagaimana cara mengeluarkan darah haid yang tidak keluar? Apabila darah haid yang tertahan disebabkan oleh kelainan struktur pada saluran reproduksi, maka tentu membutuhkan pertolongan medis untuk mengatasinya. Langkah awalnya diperlukan pemeriksaan, baik pemeriksaan fisik sederhana ataupun dengan peralatan penunjang seperti USG. Apabila sudah dipastikan jenis kelainannya, maka penanganan akan menyesuaikan. Pada umumnya membutuhkan prosedur pembedahan untuk mengeluarkan darah haid yang tidak keluar dan mencegah kejadian yang sama agar tidak terulang di kemudian hari. Bagi yang mengalami ketidaklancaran darah haid baru-baru ini, maka dapat menerapkan cara di bawah ini. Namun, bagi yang sudah beberapa kali mengalaminya, maka sebaiknya periksakan ke dokter untuk mendeteksi adanya kelainan struktur ataupun penyebab lainnya. Berikut beberapa tips cara mengeluarkan darah haid yang tidak keluar lancar, antara lain 1. Banyak minum Dehidrasi atau kekurangan cairan dapat menimbulkan hal-hal buruk selama menstruasi. Hal ini termasuk darah haid yang tidak keluar lancar, rasa sakit yang meningkat, hingga lemahnya daya tahan tubuh. Oleh karena itu, pastikan bahwa jumlah asupan cairan Anda setiap hari sudah tercukupi. Air putih, secara umum, adalah salah satu solusi alami yang paling penting selama menstruasi. Selain dengan air putih, minuman sehat lainnya seperti jus buah, infused water, dan sebagainya juga dapat digunakan. Hindari minuman berkafein dan beralkohol. 2. Olahraga Latihan fisik atau olahraga dapat meningkatkan endorfin yang merupakan obat penghilang rasa sakit alami dan mengatur aliran darah. Cobalah beberapa jenis olah raga seperti berjalan, jogging, dan aerobik untuk membantu melancarkan haid serta mengeluarkan darah haid yang tidak keluar. Jadikanlah aktivitas olahraga tersebut sebagai rutinitas, bahkan akan sangat baik jika dilakukan setiap hari. Apabila tidak memungkinkan, lakukanlah minimal 3 kali dalam seminggu dengan durasi minimal 20 menit setiap sesinya. 3. Kompres hangat Menerapkan kompres hangat di daerah rahim bawah pusar akan membantu melancarkan aliran darah dan mengendurkan otot-otot rahim. Selain dapat melancarkan keluarnya darah haid, cara ini juga akan membantu mengatasi rasa kram atau nyeri haid. Caranya cukup mudah. Sediakan air hangat, lalu bungkus dengan kantung plastik yang diikat rapat atau di botol kaca. Letakkan kompres hangat tersebut tepat di daerah rahim selama 15 menit dan ulangi beberapa kali dalam sehari. Baca juga 13 Cara Mengatasi Nyeri Haid Sampai Tuntas 4. Atasi stres Tidak diragukan lagi bahwa stres psikis sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh, termasuk siklus menstruasi Anda. Ketika pikiran sedang stres, beberapa wanita mengalami menstruasi tidak teratur, tidak menstruasi, darah haid tidak keluar lancar, atau mungkin juga terlalu deras. Agar semua masalah tersebut tidak berlarut-larut, segera atasi sumber beban pikiran yang saat ini terasa berat. Lakukan aktivitas positif yang menyenangkan, seperti berdoa, jalan-jalan, berkebun, dan sebagainya. 5. Konsumsi buah-buahan pelancar haid Ada banyak jenis buah yang dapat membantu melancarkan haid, seperti pepaya, nanas, buah bit, anggur, dan wortel. Anda bisa dengan bebas mengolah dan mengonsumsinya karena tidak ada aturan baku mengenai dosis dan cara pakainya untuk mengeluarkan darah haid yang tidak keluar lancar. Baca juga Makanan Pelancar Haid Sebelum, Selama, dan Sesudah 6. Konsumsi bahan herbal pelancar haid Selain buah-buahan, ada sejumlah bahan herbal yang berkhasiat melancarkan haid. Hal ini termasuk jahe, kayu manis, chamomile, dan jus lidah buaya. Untuk jahe, Anda bisa menikmatinya dengan sajian wedang jahe. Cara membuatnya Ambil jahe segar dan potong menjadi irisan tipis. Masukkan beberapa irisan ke dalam air dan biarkan mendidih dalam waktu sekitar 5 menit. Minum wedang jahe ini beberapa kali setiap hari untuk mendapatkan hasil terbaik. Untuk kayu manis, caranya hampir mirip Siapkan kayu manis bubuk. Campurkan dengan air hangat untuk menjadikannya wedang kayu manis. Minum 2-3 kali sehari untuk mengatasi menstruasi yang tidak lancar dengan cepat. Baca selengkapnya 7 Obat Pelancar Haid Alami untuk Anda yang Sering Telat Datang Bulan 7. Konsumsi makanan kaya zat besi Sedikitnya darah haid yang keluar bisa jadi karena tubuh Anda kekurangan darah anemia. Salah satu solusi untuk anemia adalah dengan makan makanan yang mengandung banyak zat besi. Beberapa makanan sumber zat besi antara lain daging merah, hati, daun bayam dan singkong. Pilih yang Anda sukai untuk membantu melancarkan haid yang tidak keluar. Baca selengkapnya Sumber Makanan yang Mengandung Zat Besi Mudah Didapat Ingat! Selalu amati setiap tanda dan gejala yang Anda alami. Apabila menstruasi tiba-tiba berhenti lebih singkat dari biasanya hanya 2 hari, tidak mendapatkan menstruasi 2 kali berturut-turut, atau mengalami gejala menstruasi namun tiada darah haid yang keluar, maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. 19 Referensi Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini. Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya. Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat
Jakarta Sebagian perempuan mungkin bertanya-tanya apakah berhubungan setelah haid dapat menyebabkan kehamilan atau tidak. Bisa dipahami mengapa hal ini perlu diketahui. Sebab ini adalah salah satu hal penting untuk menghindari kehamilan yang tidak direncanakan. 10 Cara Cepat Hamil Setelah Haid, Efektif untuk Pasangan yang Baru Menikah Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan Badan Suami Istri, Perhatikan Tata Caranya 32 Ciri-Ciri Orang Hamil Tiap Trimester, Kenali Perubahannya Tentu saja, berhubungan setelah haid dapat menyebabkan kehamilan. Meski demikian, tidak banyak kehamilan yang terjadi akibat dari berhubungan setelah haid. Meski demikian, kemungkinan terjadinya kehamilan akibat dari berhubungan setelah haid tetap ada. Oleh karena itu, bagi pasangan yang belum merencanakan punya anak lagi, penting untuk menggunakan alat kontrasepsi, meski berhubungan setelah haid. Sebab, kemungkinan kehamilan tetap ada. Tentu ada banyak faktor yang membuhan aktivitas berhubungan setelah haid dapat menyebabkan kehamilan. Berhubungan setelah haid dapat menyebabkan kehamilan atau tidak tergantung berapa lama masa menstruasi. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini seperti yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Jumat 9/6/2023.Saat sedang haid tubuh biasanya lebih mudah Lelah. Lakukan kegiatan berikut agar kamu tidak mudah Lelah saat haid. Simak video selengkapnya ya…Siklus MenstruasiSeperti yang telah dijelaskan sebelumnya, apakah berhubungan setelah haid dapat menyebabkan kehamilan atau tidak, itu tergantung dari berapa lama masa menstruasi seorang perempuan. Seperti yang kita ketahui, siklus menstruasi ada di rentang 28-30 hari, dengan kata lain masa subur ada di antara hari ke-11 hingga hari ke-21. Artinya, jika Anda mengalami menstruasi selama 5-7 hari dan langsung berhubungan setelah haid selesai, Anda masih bisa hamil. Mengapa demikian? Ini karena sperma bisa hidup hingga 5 hari. Jika sperma bertahan sampai masa subur Anda, kehamilan bisa terjadi. Fase menstruasi sendiri terbagi menjadi empat tahapan, antara lain sebagai berikut Fase menstruasi Hari ke 1-7 dari siklus 30 hari, ditandai dengan keluarnya darah menstruasi. Karena fase ini terjadi beberapa hari sebelum ovulasi, fase ini dianggap aman untuk menghindari kehamilan. Fase folikular Fase ini mencakup hari ke-1- hari ke-16. Selama fase ini, folikel di ovarium menjadi matang, dan salah satunya membentuk sel telur, yang akan dilepaskan untuk kehamilan yang diharapkan. Fase ovulasi Ini adalah fase paling subur dari siklus menstruasi karena kemungkinan hamil sangat tinggi. Lonjakan LH dari kelenjar hipofisis menyebabkan ovarium melepaskan folikel matang, yang bergerak melalui tuba falopi untuk bertemu dengan sperma. Fase proliferasi Folikel yang tersisa di ovarium melepaskan progesteron, yang akan membantu mendukung kehamilan. Jika tidak ada kehamilan, kadar progesteron turun, menyebabkan Anda mengalami siklus menstruasi. Masa Tidak SuburIlustrasi/copyright Anda yang tidak menginginkan kehamilan namun tetap ingin menikmati hubungan intim bersama pasangan, ada cara alami untuk dapat menikmati seks bersama pasangan tanpa perlu memakai alat kontrasepsi seperti IUD atau pil KB. Jenis kontrasepsi alami yang dimaksud adalah sistem KB kalender, di mana Anda hanya perlu mengandalkan perhitungan untuk mengetahui kapan Anda sedang tidak mengalami masa tidak subur. Masa tidak subur adalah bagian dari siklus, di mana seorang perempuan memiliki sedikit kemungkinan untuk hamil meski melakukan hubungan seks yang tidak aman. Ini adalah hari-hari aman untuk menghindari kehamilan selama siklus Anda ketika jendela ovulasi dianggap aman untuk melakukan hubungan seks tanpa kondom tanpa khawatir hamil. Masa tidak subur perempuan dihitung berdasarkan 5 sampai 6 hari pertama dan hari subur terakhir siklus Anda. Dengan catatan jika Anda memiliki siklus 30 hari, maka 30 dikurangi 11 sama dengan 19. Hari ke-19 dari hari pertama menstruasi merupakan hari subur terakhir dari siklus menstruasi Anda. Sebagai contoh, jika hari pertama menstruasi adalah tanggal 4 Juli, maka hari ke-19 sejak tanggal 4 Juli, yakni tanggal 23 Juli seharusnya merupakan hari subur terakhir atau awal masa aman. Oleh karena itu, tanggal 4 Juli - 10 Juli dan 23 Juli hingga 10 Agustus dapat dianggap sebagai hari yang aman untuk menghindari kehamilan. Sayangnya perhitungan ini pun tidak selamanya akurat, karena ovulasi tidak selalu dapat diprediksi dan dapat dipicu atau ditunda sebelum waktunya oleh faktor-faktor seperti seks yang ketat, stres, kondisi medis, Kontrasepsi Nonhormonalilustrasi alat kontrasepsi/kungfu01/ShutterstockSerangkaian penjelasan di atas, bahkan meski Anda telah mencoba untuk melakukan perhitungan untuk mencari masa tidak subur, kemungkinan kehamilan terjadi tetap ada. Bahkan berhubungan setelah haid pun masih memiliki kemungkinan hamil. Oleh karena itu, bagi Anda yang memang belum memiliki rencana untuk memiliki anak, sebaiknya tidak mengambil risiko. Anda selalu dapat menggunakan beberapa opsi kontrasepsi untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Di bawah ini adalah beberapa alat kontrasepsi nonhormonal 1. Kondom Meski ada banyak pilihan alat kontrasepsi, kondom dianggap masih merupakan pilihan terbaik untuk menghindari kehamilan. Ini tidak hanya mencegah kehamilan tetapi juga melindungi Anda dari tertular infeksi menular seksual. Kondom saat ini terbuat dari lateks serta bahan sintetis. Ada juga kondom wanita yang perlu Anda masukkan ke dalam vagina – ini pas seperti kantong dan mencegah masuknya sperma. Jika digunakan dengan benar, tingkat keberhasilan kondom wanita adalah 95%, sedangkan tingkat keberhasilan kondom pria adalah 98%. Tidak peduli kondom wanita atau kondom pria, selalu ada risiko bahwa mereka akan pecah atau terbelah. 2. Cervical Cap Juga dikenal sebagai kontrasepsi Lea, opsi berbasis serviks ini memiliki tingkat keberhasilan 92-96%. Ini pada dasarnya adalah tutup silikon yang menggunakan spermisida untuk mencegah masuknya sperma. Tingkat kegagalan naik terutama ketika Anda tidak tahu bagaimana menggunakannya dengan benar. 3. Diafragma Ini berfungsi seperti tutup serviks, tetapi Anda dapat membiarkannya di dalam untuk waktu yang relatif lebih lama karena ukurannya yang lebih kecil. Anda dapat menghindarinya jika Anda khawatir tentang IMS atau sensitif terhadap bahan kimia. Tingkat keberhasilannya adalah 92-96%. 4. Perangkat Intra-Uterine Juga dikenal sebagai koil, alat kontrasepsi dalam rahim adalah alat plastik kecil yang akan dimasukkan perawat ke dalam rahim Anda. Ini menciptakan penghalang dan mencegah sperma bertemu sel telur. Setelah Anda menempatkannya di rahim Anda, itu bisa bertahan di sana hingga 10 tahun. Meskipun memiliki tingkat keberhasilan 99% untuk pengendalian kelahiran, itu tidak menawarkan perlindungan dari penyakit menular seksual. 5. Outercourse Anda dapat mencegah kehamilan yang tidak diinginkan jika Anda membatasi diri pada dry humping, heavy petting, grinding, atau outercourse. Semua metode ini memiliki tingkat keberhasilan 100% dan tetap membuat Anda bersenang-senang. Anda mungkin tetap menggunakan metode ini saat Anda baru menjalin hubungan dan masih mencoba untuk belajar lebih banyak tentang satu sama lain. Ingatlah bahwa ini bukan solusi jangka panjang.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Ketika haid, apakah kamu sering pakai dua pembalut sekaligus atau menggantinya tiap satu jam sekali? Jika jawabannya iya, bisa jadi darah haid kamu keluar banyak. Untuk tahu apa saja kemungkinan penyebabnya, simak artikel ini, yuk! Sebenarnya, jumlah perdarahan saat haid pada setiap wanita bisa berbeda-beda. Ada yang volume darah haidnya sedikit, tetapi ada juga yang keluar banyak bahkan hingga berlebihan. Tanda Darah Haid Keluar Terlalu Banyak Darah haid yang keluar dianggap terlalu banyak jika melebihi 80 ml dalam satu siklus haid. Namun, jumlah darah yang keluar selama haid kan sulit dihitung, ya. Jadi, supaya lebih mudah, kamu bisa memperhatikan hal-hal berikut sebagai tanda bahwa darah haidmu keluar banyak Lama menstruasi melebihi 7 hari Harus mengganti pembalut setiap 1–2 jam karena penuh Sering keluar gumpalan darah seukuran uang koin Darah haid menembus ke celana luar atau permukaan tempat duduk Harus mengganti pembalut di tengah malam karena penuh Darah haid yang keluar terlalu banyak dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain karena harus terus menerus mengganti pembalut, keluarnya darah haid yang berlebihan bisa membuatmu lemas bahkan berisiko menyebabkan anemia, lho. Anemia adalah kondisi rendahnya jumlah sel darah merah di dalam tubuh. Penyebab Darah Haid Banyak Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab darah haid keluar banyak. Berikut ini adalah beberapa penyebab yang paling umum terjadi Miom fibroid, yaitu benjolan yang tumbuh di dinding rahim Endometriosis, yaitu tumbuhnya lapisan rahim di luar rahim, misalnya ada di tuba falopi atau ovarium Radang panggul, yaitu peradangan yang di area panggul termasuk organ reproduksi yang ada di dalamnya, seperti rahim, ovarium, ataupun tuba falopi Adenomiosis, yaitu kondisi saat jaringan dalam lapisan rahim tumbuh di dalam dinding otot rahim Polip endometrium, yaitu jaringan nonkanker yang tumbuh menonjol pada lapisan rahim atau leher rahim Sindrom ovarium polikistik, yaitu kondisi yang memengaruhi kerja ovarium dan dapat menyebabkan gangguan menstruasi serta kesuburan Penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim, seperti intrauterine contraceptive device IUD, pada 3–6 bulan pertama Sedang menjalani pengobatan tertentu, seperti terapi hormon, obat antipembekuan darah, suplemen herbal, atau kemoterapi Ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron yang bisa dipicu oleh stres yang berkepanjangan Kehamilan ektopik, yaitu pembuahan yang terjadi di luar rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan yang mungkin dikira sebagai darah haid. Kelenjar tiroid yang kurang aktif hipotiroidisme Gangguan pembekuan darah Kanker rahim, kanker ovarium, dan kanker serviks Nah, itulah beberapa hal yang bisa menyebabkan darah haid keluar banyak. Kamu disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika merasakan perubahan volume menstruasi yang signifikan, ya.